Menurut Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, pelayanan publik meliputi berbagai
dimensi. Baik dimensi politik, ekonomi, sosial organisasi serta dimensi
komunikasi. “Dimensi politik menyangkut hubungan antara warganegara dengan
politisi dan policy maker atau pembuat kebijakan dalam pelayanan
publik. Misalnya politisi dalam pemilihan umum menjanjikan kepada warganegara
untuk meningkatkan fasilitas pendidikan atau bebas biaya pendidikan. Hal ini
merupakan salah satu kontrak politik antara kedua belah pihak”urainya.
Sementara
menurut Gronroos (1990:27) : “Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian
aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi
akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang
disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan
permasalahan konsumen / pelanggan.”
Sumber:
(Gronroos, manajemen
pelayanan,1990.hal.27).
Kesimpulan:
Dapat
disimpulkan bahwa pelayanan public meliputi berbagai dimensi. Baik dimensi
politik, ekonomi, sosial organisasi serta dimensi komunikasi. Dan pelayanan
public bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi akibat
adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang
disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan
permasalahan. (P.F.Lano, 2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar